Jeparaku, Jeparamu, Bumi Kartini Kita

Jeparaku, Jeparamu, Bumi Kartini Kita

Disebuah daerah kecil utara pulau jawa yang menghadap langsung laut jawa, disanalah tempat lahirku, tempat aku dibuwai dan dibesarkan ibu. Daerah penuh akan sejarah, keindahan alam, dan kesenian. Kota beragam agama, budaya, bahasa, suku. Kota yang mempunyai motto : Trus Karyo Tataning Bumi. Inilah kotaku, kota Jepara.

Bumi Kartini, Kota Ukir, merupakan nama lainnya yang diberikan karena keistimewaan kota ini. Bumi Kartini yang diambil dari nama pahlawan wanita yang luar biasa yaitu Raden Adjeng Kartini. Sedangkan Kota Ukir dikenal karena Jepara mempunyai ribuan warganya yang bekerja di bidang mebel dan seni ukir. Tidak hanya itu, Jepara memiliki potensi wisata yang sangat besar karena memiliki pantai-pantai yang cantik, gunung-gunung yang eksotis, serta wisata ketrampilan seperti wisata Tenun Troso.

Sejarah singkat R.A. Kartini. Pelopor kebangkitan perempuan pribumi. Putri dari kalangan priyayi R.M. Adipati Ario Sosroningrat yang saat itu merupakan bupati Jepara dan M.A. Ngasirah. Lahir di Jepara, 21 April 1879. Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Bukunya yang terkenal “Habis Gelap Terbitlah Terang” merupakan suatu karya kumpulan surat yang ditulis oleh Kartini yang dibukukan oleh temanya Mr. J.H. Abendanon yang mulanya berjudul “Door Duisternis tot Licht” setelah beliau wafat. Kartini dikenal sebagai pejuang emansipasi wanita. Perjuangan dengan berbagai cara untuk memperjuangkan hak wanita dilakukanya. Inilah mengapa Jepara disebut dengan Jepara Bumi Kartini.

Selain sebutan Bumi Kartini, Jepara mempunyai nama Kota Ukir. Kota dimana terdapat banyak sekali warganya yang menafkahi keluarga melalu kerajinan mebel dan ukir. Hasil karya yang mempunyai kualitas ekspor yang sering dikirim lewat berbagai pelabuhan. Tak asing melihat mobil container setiap harinya yang mengangkut mebel dengan begitu banyak. Juga tak asing melihat orang luar negeri tinggal di kota ini karena menjalani bisnis mebel dan ukir. Beberapa daerah di jepara yang terkenal dengan potensi mebel dan ukir yaitu desa Mulyoharjo sebagai desa wisata tempat pembuatan kerajinan seni ukir dan patung dan Kampoeng Sembada Ukir di desa Petekeyan, Tahunan, Jepara.

Potensi wisata alam yang sangat banyak menambah keistimewaan kota Jepara. Pantai-pantai seperti pantai Kartini, pantai Bandengan, pantai Teluk Awur, Pantai Bondo, merupakan beberapa pantai yang menjadi destinasi menarik. Tak kalah juga wisata alam air terjun yang terdapat di plosok Jepara seperti air terjun Sumenep, air terjun Jurang Nganten, air terjun Songgo Langit dan air terjun lainya. Kita juga dapat menemui wisata bermain di Tiara Park di Kalinyamatan dan Jepara Ourland Park di Bandengan. Tak kalah menarik yaitu wisata kerajinan tenun di desa Troso dan wisata kuliner Pasar Sore di desa Karangrandu Pecangaan. Mari kita lestarikan potensi yang luar biasa ini.

Kota jepara, yang penuh potensi ini tak lepas dari peran pemerintah kota Jepara dan warganya untuk mengelola. Pembangunan yang berkelanjutan dan terkonsep dengan baik harus dilakukan agar dapat menarik minat wisatawan untuk mengunjungi Jepara. Dari pembangunan tempat wisata, jalur transportasi, ekonomi, pendidikan, dan pembangunan lainya. Sebagai warga yang baik, kita diwajibkan membayar pajak yang telah ditentukan untuk kemajuan kota Jepara. Semangat pembangunan bisa dilihat dari motto kota Jepara yaitu ‘Trus Karyo Tataning Bumi’ atau berarti ‘Terus Bekerja Keras Membangun Daerah’. Dengan berjalanya pembangunan dengan baik, tata kelola yang benar oleh pemerintah kota Jepara, dan dukungan penuh oleh warganya, kita berharap Jepara menjadi kota yang indah dan salah satu kota maju di Indonesia.

Written by @akhi_syabab

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *